Artikel Terkini

Outbound Training by Klapa Parut
Tampilkan postingan dengan label Klapa Parut In Action. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Klapa Parut In Action. Tampilkan semua postingan

Yang Mana Idola Anda?

QUIZ KNOW YOURSELF

Quiz dibawah ini akan menunjukkan siapa anda sebenarnya! Jawablah dengan sebenar-benarnya setiap pertanyaan dengan melihat gambar diatasnya.Setiap pilihan akan memberikan skor tertentu. Setelah menjawab anda bisa melihat skor anda dan mengetahui bagaimana diri anda sesungguhnya!

Yang mana tokoh idola anda?

SB - TK - OB - TC - NM - NH - GT - TK


Siapakah yang menarik bagi anda?

KI - TE - KA


Mana yang lebih menarik, Bajunya atau orangnya?

CW - BJ

Saat Queen Manggung, siapakah yang anda perhatikan?

FM - BS - GT - PT


Mana yng lebih antik, mobilnya atau posternya?

MC - PT


Mana yg lebih berharga, mobilnya atau yang punya?

BM - PM




Mau Tahu profil anda?
Setelah memilih silakan klik disini untuk mengetahui jawabannya.

Para Detektif Klapa Parut Membengkuk si Raksasa

Baca dulu peristiwa sebelumnya "Kisah BB Miku Ditilep Maling" (Klik disini).

Ini lanjutannya......

Komandan security bandara Juanda pun segera datang menghampiri. Kami lalu menjelaskan keingininan kami agar dia menggeledah si raksasa. Namun karena khawatir menyalahi prosedur karena tidak punya cukup bukti komandaninipun tampak ragu. Kami mengganti siasat, kami hanya minta security mendampingi kami mengajak si raksasa menyaksikan rekaman CCTV. Dia setuju.

Bersama sang komandan, kami pun segera menghampiri si raksasa dan mengajaknya menyaksikan rekaman CCTV tetapi dia menolak dengan tegas,
"Apa ini, saya tidak punya urusan dengan anda..!, jawabnya,
"Kami kehilangan HP dan kami mencurigai anda berdasarkan rekaman CCTV,"kataJuan menggertak. "Karena itu kami mengajak melihat rekaman itu...., lanjut Juan menekannya.

Suasana makin tegang, dan para penumpang yang melihat ada ketegangan di sudut itu mulai berdiri dan bertanya-tanya siapakah gerangan teroris yang sedang diburu oleh Densus 88 itu (benar lho, banyak yang mengira sedang ada penangkapam anggota teroris). Sementara itu petugas boarding sudah bersiap membuka pintu keberangkatan.
Melihat situasi yang tidak menguntungkan itu, kami bertekad menekan si raksasa habis-habisan pada detik-detik terakhir itu.
"Kalau anda tidak mau, kami akan menggeledah anda disini sekarang! Kalau terbukti benar kami tidak akan beri ampun kamu!!" kata Juan.
"Lho, apa-apaan ini...., saya tidak mau...!kata si raksasa menolak.
Kami segera beraksi, bergerak mendekatinya bermaksud menggeledah. Melihat gelagat kami yang serius (dan tampak beringas..) tiba-tiba orang yang diajak bicara si raksasa sebelumnya dengan suara keras itu berdiri mendekati kami dan berbisik,
"Kalau saudara mau HPnya kembali, biar saya yang menyelesaikan dengan yang bersangkutan. Tapi setelah itu tak usah dipersoalkan lagi ya...." katanya.
"Saudara siapa? Apa temannya orang ini (tersangka)..?"
"Bukan, saya bukan temannya, saya polisi..", jawabnya sambil menunjukkan identitasnya dan melanjutkan, "Just give me five minutes...ok?"
Mengingat waktu yang semakin mendesak, kami mengalah membiarkan si polisi mengajak si raksasa keluar dari ruangan itu untuk berbicara berdua dengannya.

Dan...tidak sampai 2 menit kemudian si polisi balik (diikuti oleh si raksasa di belakangnya) sambil membawa HP Miku ditangannya.
'Ini HPnya kan?" kata si polisi sambil menyerahkan BB tersebut.
Kami mengangguk.
"Jadi, sudah selesai ya masalahnya..?" lanjut si polisi.
"Lho tidak bisa begitu, dong...", protes saya.
"Saudara kan sudah setuju kalau HPnya kembali tidak akan mempermasalahkan orangnya lagi..!" kata si polisi dengan keras.
"Memang urusan dengan pemilik HP sudah selesai, tapi urusan dengan bandara belum!" kata saya tak mau kalah digertak. Pihak bandara tentu punya aturannya kalau terjadi pelanggaran hukum di wilayahnya.! Bukan begitu pak..?" lanjut saya sambil bertanya kepada pihak security.

Suasana mulai menegang lagi, kini antara kami dengan si polisi yang berkeras tidak mempersoalkan lagi masalah itu.
Bagaimana akhir pertempuran kami dengan si polisi....?? Baca disini selanjutnya..



Para Detektif Klapa Parut Menekuk Maling HP

Juan Klapa Parut Juan, Keponakan Miku

Nah bagaimana para anggota Klapa Parut merespons hilangnya BB milik Miku di ruang keberangkatan bandara Juanda? Baca dulu kisah lenyapnya BB Miku disini. Kalau sudah, silakan lanjut....


Begitu tahu kalau BB Miku hilangnya saat pemeriksaan di x-ray, maka para detektif Klapa Parut yakni keponakan Miku (Juan) dan muridnya Paman Cabul (Rano) ditemani yang sok ganteng (David) segera mendatangi security bandara dan mulai menyelidik. Para DKP (Detektif Klapa Parut) menanyakan apakah ada CCTV diruangan itu dan ternyata memang ada, cuma jaraknya agak jauh (10 meter-an). Para DKP minta untuk melihat rekaman CCTC namun petugas bilang mereka yang akan melakukannya sendiri. Setelah menunggu beberapa saat, petugas security mengatakan terlihat seseorang bertubuh besar dan hitam memang mengambil BB tersebut. Wah... tudingan tertuju kepada Eka (Eyang Kakung) yang memang bertubuh tinggi besar dan berkulit coklat tua banget....(??).


Eka, sempat dituding gara-gara CCTV agak gelap

Lha.. Eka kan Kepala Keluarga Klapa Parut dan masuk duluan sebelum Miku. Jadi gak mungkin donk! Para DKP meminta petugas mengecek ulang rekaman CCTV dan ternyata orang berbadan besar itu berada dibelakang Miku dan David, serta memakai baju kotak-kotak. Jelas bukan Eka yang saat itu memakai T-shirt dan berada didepan Miku. Rupanya karena kamera cctv terletak agak jauh, sehingga orang tersebut tampak gelap....(Weck, masak Eka yang dituding).

Kecurigaan kini tertuju pada seorang berbadan besar yang sejak awal sudah diduga oleh Eka karena saat masuk tadi tampak tergesa-gesa. Eka dan Rano lalu diam-diam mendekati Si raksasa itu untuk mengamatinya, mereka berdiri dari jarak 2 -3 meter dari si raksasa dan sengaja sesekali menatap matanya, yang memang terlihat nyalang.




Rano, muridnya Paman Cabul

Maksudnya agar dia menjadi gelisah kalau memang dia pelakunya. Dan benar, si raksasa lalu mengambil minuman kaleng dari tasnya dan menenggakya (mungkin dia mau menenangkan diri) tapi anehnya begitu habis dia segera mengambil lagi minuman kaleng berikutnya dan meminumnya lagi (menurut kamus detektif Klapa Parut ini salah satu sinyal orang yang nervous....lho).

Juan lalu meminta petugas security menanyai orang tersebut. Namun karena petugas belum yakin maka dia hanya meminta si raksasa menunjukkan HP miliknya, dan tentu saja bukan BB Miku yang dicarilah yang ditunjukkannya. Petugas yang tampak belum berpengalaman itu kembai ke posnya. Meski belum terbukti, tapi para DKP tetap yakin si raksasa ini pelakunya. Karenanya Eka dan Rano plus David kembali menempatkan diri secara agak mencolok mengamati si raksasa. Para penumpang lainnya mulai bertanya-tanya dalam hati "ada apa gerangan?" "Apa sedang ada upaya penangkapan teroris?"

Kini si raksasa mulai tambah gelisah. Ia berusaha mengajak bicara dengan suara keras (tidak dengan suara normal) dengan seseorang (belakangan diketahui berprofesi sebagai pengacara) yang menjawab basa-basi. Karena si pengacara terlihat enggan, dia mengajak bicara seorang lain lagi (belakangan diketahui adalah seorang polisi). Melihat perilaku yang tidak wajar ini para DKP semakin yakin orang ini mencoba mencari teman, menutupi kegelisahannya.

Para DKP lalu meminta lagi agar petugas bertindak lebih tegas, namun mereka terkesan sangat hati-hati (tidak berani gegabah). Tidak putus asa, para DKP minta mereka menghubungi komandannya. Sementara itu waktu untuk boarding semakin mendekat. Para DKP bertekad sebelum take off BB Miku sudah harus kembali kepemiliknya, kalau perlu pesawat harus ditahan dulu keberangkatannya.

Aduh.... cape nih nulisnya.... stop dulu disini ya....???
Kisah selanjutnya lebih seru.... si raksasa ketangkep gak ya..?? Baca selanjutnya disini.


Kisah BB Miku Ditilep Maling

Olan dan Miku Klapa parut
Anak Bungsu & Miku

Hari Jum'at 17 Desember 2010 menjadi hari yan aneh bagi Miku dan Tim Klapa Parut yang ditugaskan PRIMASi Consulting memfasilitasi kegiatan outbound bertajuk "Menjadi Pribadi Yang Efektif" sebanyak 2 angkatan di Trawas, Malang-Jawa Timur (lihat disini).

Kisahnya begini, setelah melaksanakan outbound dengan baik sekali (ini feedback resmi dari peserta lho..!) tim Klapa Parut segera meluncur ke Surabaya agar secepatnya bisa kembali ke Jakarta karena sebagian anggota harus sudah siap jam 05.00 wib esoknya untuk tugas memfasilitasi pelatihan Bhakti Motivasi (BCA) di Sentul Bogor. Karena waktu masih cukup longgar, tim mampir membeli oleh-oleh khas Surabaya lalu kemudian santap malam ala penggemar kuliner di daerah Kranggan. Woow, disini keluarga Klapa Parut benar-benar melampiaskan balas dendam makan sepuasnya, memanjakan cacing-cacing diperut. Terutama Juan (anaknya Tante - Keponakan Miku), dia meracuni cacing-cacingnya dengan sambal yang super pedas. Sedangkan David (calon Mantu dari Gunung Sinabung yg selalu merasa ganteng) nyap-nyapan keok kepedasan sampe minta ganti sambal yang manis (itu kecap namanya, Vid).


Setelah mengisi perut, tim segera menuju bandara Juanda dan berharap pesawat Lion Air terbang tepat waktu. Ternyata mereka kecele, pesawat yang mestinya terbang jam 21.30 wib itu diundur berkali-kali sampai akhirnya terbang jam 01.00 pagi (emang enak...). Dan mulailah peristiwa nahas itu terjadi. Dengan badan yang lelah lunglai setelah bertugas 4 hari serta mata mengantuk tim Kelapa Parut akhirnya memasuki ruang tunggu pemberangkatan melewati alat deteksi x-ray. Seperti biasa, Handphone BB Miku diletakkan di wadah plastik lalu ditelan oleh alat x-ray menyusul barang-barang lain yang telah masuk lebih dahulu. Karena sibuk mengambil tas dan oleh-oleh yang cukup banyak, Miku tidak sadar kalau BB-nya yang menyusul keluar dalam wadah plastik itu telah dicomot oleh seseorang. Miku pun kemudan berjalan menuju tempat duduk bersama tim Klapa Parut lainnya tanpa sadar kalau BBnya belum diambilnya.

Saat Miku ingat kalau BB-nya mesti dicharge, ia lalu mencari colokan listrik yang bisa dipakai ngecharge. Kala merogoh tas yang biasanya tempat Miku menyimpan BB kesayangannya itu, eh... benda itu tak ditemukannya. Miku mulai gelisah dan Tim Klapa Parut pun mulai ikut nimbrung. Menurut Miku terakhir kali dia memegang BB-nya saat meletakkannya di wadah plastik sebelum dimasukkan ke x-ray detector itu. Waduh.. gimana ya...?

Mau tau nasib BB-nya Miku? Apakah BB kesayangan itu hilang ak tentu rimbanya....? Ikuti kisah para detektif Klapa Parut menangkap si pelaku maling HP disini.

Kelakuan paman Cabul dan Keponakannya

Terkadang seorang instruktur outbound harus melakukan hal-hal aneh diluar job descriptionnya, seperti tampak dalam tayangan berikut ini:

Paman Cabul sedang jualan tas? (Ini seh ngambil hati para peserta wanita pastinya..wakakakak..)

Anak sulung durja...a sedang ngoprek tas peserta? ngapain tuh?

Keponakan belagak penghuni ragunan... Kok mirip ya?

Miku yang ngira klo ngumpet disini bakalan aman dari kejaran ayam. Yg bener aja miku.....

Anak ketiga yang rapi (rada pikun), ngapain pula neh kelakuannya?

Anak kelima yang sok bergaya jurus elang ngembat emprit....?